Produk-produk Pasar Modal III : Derivatif


Produk-produk turunan di Pasar Modal dikenal sebagai produk-produk Derivative (Derivatif). Secara sederhana, Derivatif dapat didefinisikan sebagai kontrak finansial antara 2 (dua) pihak atau lebih dalam rangka pembelian dan/atau penjualan aset pada harga dan waktu tertentu sesuai kesepatan diantara pihak-pihak yang terlibat (penjual dan pembeli).

 

Produk-produk Derivatif yang umum diperdagangan di Pasar Modal Indonesia adalah Right, Warrant dan Option. Sama dengan transaksi produk-produk utama Pasar Modal di Indonesia, transaksi produk-produk Derivatif ini juga memiliki dasar hukum yang jelas. Peraturan-peraturan yang mendasari transaksi produk-produk derivatif di Pasar Modal Indonesia diantaranya adalah UU No.8 Tahun 1995 dan Peraturan Pemerintah No.45 Tahun 1995.

 

 

Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau Rights

 

Dalam memenuhi kebutuhan pendanaan, perseroan dapat memanfaatkan sumber dana internal yang berasal dari saldo kas perseroan maupun sumber dana eksternal. Sumber dana eksternal yang lazim digunakan adalah fasilitas pinjaman atau kredit dari lembaga keuangan terutama perbankan. Namun demikian, sebetulnya masih banyak sumber-sumber dana ekternal yang dapat dimanfaatkan perseroan. Salah satu sumber dana eksternal yang cukup populer adalah Penerbitan Saham Baru.

 

Penerbitan Saham Baru pada umumnya disertai dengan Right. Pasar Modal Indonesia juga mengenal Right hanya saja namanya menjadi Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Jadi Right dan HMETD sebetulnya adalah produk derivatif yang sama hanya berbeda penamaan saja. Sesuai dengan namanya, HMETD merupakan hak pemegang saham perseroan untuk membeli saham-saham baru yang diterbitkan perseroan pada harga, waktu, dan rasio yang telah ditentukan.

 

Contoh HMETD :
Mr. Benny memiliki 2 lot (200 lembar) saham PT Timo Marthin Tbk (TIMO). Kemudian TIMO berencana menerbitkan 1,000,000,000 lembar saham baru dengan rasio saham : HMETD adalah 5 : 1 (setiap pemilik 5 lembar saham TIMO berhak atas 1 HMETD). Saham baru ini memiliki harga Exercise Rp200/lembar saham.

 

Dari informasi diatas, Mr. Benny berhak atas 40 HMETD karena Mr. Benny memiliki 200 lembar saham TIMO. Sehingga, Mr. Benny berhak membeli 40 lembar saham baru yang diterbitkan TIMO seharga Rp200/lembar pada waktu yang ditentukan.

 

Tanggal-tanggal penting yang perlu diperhatikan dalam HMETD adalah :

 

Cum Date : tanggal dasar daftar penerima HMETD. Misal Cum Date Right TIMO pada tanggal 20 Mei 2015, maka yang berhak memperoleh HMETD TIMO adalah Investor yang namanya tercatat sebagai pemegang saham TIMO pada penutupan perdagangan tanggal 20 Mei 2015.

 

Trade Period (Start Date & End Date) : salah satu manfaat dari HMETD adalah dapat diperdagangkan di Pasar Sekunder. Namun demikian, periode perdagangan HMETD di Pasar Sekunder hanya selama Trade Period yang ditentukan.

 

Exercise Date : setelah masa perdagangan (Trade Period) HMETD berakhir, maka pemilik HMETD dapat memilik untuk menggunakan atau tidak menggunakan haknya untuk membeli saham baru yang diterbitkan perseroan. Jika memilih untuk menggunakan haknya, maka pemilik HMETD dapat membeli saham baru di harga Exercise. 

 

Jika memilih untuk tidak menggunakan haknya ada beberapa kerugian yang dialami, yaitu :

 

Bagi pemilik saham lama : mengalami efek dilusi, karena jumlah saham yang dimilikinya tetap namun jumlah saham perseroan yang beredar (outstanding shares) bertambah.

 

Bagi pembeli HMETD di pasar Sekunder : mengalami kerugian atas harga beli HMETD, karena HMETD yang tidak digunakan tidak dapat dijual kembali.

 

Penyebab utama pemilik HMETD tidak menggunakan haknya adalah harga saham perseroan yang lebih rendah dari harga Exercise pada Exercise Date.

 

 

Waran

 

Produk Derivatif kedua yang akan diperkenalkan adalah Warrant. Serupa dengan Right, Warrant juga memiliki nama khusus di Pasar Modal Indonesia. Pasar Modal Indonesia mengenal Warrant dengan nama Waran. Definisi Waran juga serupa dengan Right, yaitu hak membeli saham perseroan penerbit Waran pada harga (harga Exercise), waktu, dan rasio yang telah ditentukan.

 

Waran pada umumnya disertakan pada penawaran umum perdana saham sebagai daya tarik (sweetener) bagi Investor. Artinya setiap pembeli saham perdana perseroan berhak atas sejumlah Waran perseroan dengan rasio tertentu. Contohnya rasio saham : Waran PT ABC Tbk (ABCE) adalah 10 : 3, artinya setiap membeli 10 lembar saham perdana ABCE berhak atas 3 Waran ABCE.


Tanggal-tanggal penting yang perlu diperhatikan dalam Waran  adalah :

 

Trade Period (Start Date & End Date) : serupa dengan HMETD, salah satu manfaat Waran juga dapat diperdagangkan di Pasar Sekunder. Apabila diperdagangkan di Pasar Sekunder, maka pemilik Waran memiliki kesempatan untuk memperoleh keuntungan dari kenaikan harga pasar Waran di Pasar Sekunder (Capital Gain).

Last Exercise / Exercise Date : serupa dengan HMETD pada Exercise Date ini pemilik Waran dapat memilih menggunakan atau tidak menggunakan haknya untuk membeli saham penerbit Waran pada harga Exercise. Resiko dan kerugian jika tidak menggunakan Waran juga sama dengan resiko dan kerugian jika tidak menggunakan HMETD.

 

 

Perbedaan HMETD dengan Waran