Investasi Saham


Investasi saham secara sederhana dapat didefinisikan sebagai menggunakan sejumlah dana untuk membeli sejumlah saham. Saham sendiri diartikan sebagai bukti kepemilikan atas sebuah perusahaan. Artinya jika anda membeli saham sebuah perusahaan, maka anda adalah salah satu pemilik perusahaan tersebut.

 

Setiap orang yang membeli saham dapat disebut sebagai investor saham. Terdapat berbagai macam jenis investor, misalnya dari sudut pandang terhadap resiko dikenal investor Risk Seeker, Risk Averse, dan Risk Neutral. 

 

Artikel ini tidak akan mengulas jenis-jenis investor tersebut, tetapi lebih pada bagaimana menjadi Investor Saham yang baik dan manfaat-manfaat dari investasi saham.

 

Jika ada manfaat tentu saja ada resiko yang mengiringinya, maka dalam investasi saham dikenal istilah Risk and Return Trade-off.

 

 

Menjadi Investor Saham

 

Selain harus memiliki akun investor pada satu atau lebih perusahaan efek, pada bagian ini, Profits Buletin akan berbagi info dan tips mengenai cara untuk dapat menjadi Investor Saham yang baik.

 

Agar dapat menjadi Investor Saham yang baik, terdapat tiga hal penting yang harus diperhatikan, yaitu :

  • Menetapkan Tujuan Investasi
  • Pahami Pengembalian (Return) dan Resiko (Risk) investasi.
  • Melakukan analisa.

 

 

Tujuan Investasi

 

Menetapkan tujuan investasi adalah tahapan yang paling penting dalam berinvestasi saham, sebab berhasil atau tidaknya investasi yang dilakukan tergantung pada bagaimana tujuan invetasi disusun.

 

Tujuan investasi harus terindentifikasi dengan baik sejak awal. Jangan pernah menetapkan tujuan invetasi seperti “untuk menjadi kaya dengan investasi saham”, akan tetapi harus jelas dan spesifik. Selain itu, kesalahan lain yang sering dilakukan adalah berinvestasi saham atas dasar coba-coba.

 

Hal ini memang tidak salah, apalagi bagi para Investor pemula yang baru mulai berinvestasi. Akan tetapi, pemikiran coba-coba tersebut berpotensi mempengaruhi keputusan investasi yang diambil investor tersebut. Besar kemungkinan keputusan yang diambil tidak dipertimbangkan dengan baik, sehingga menimbulkan bias.

 

Return & Risk

 

Semua investasi, termasuk investasi saham memiliki tingkat Return dan Risk yang berbeda satu sama lainnya.

 

Oleh sebab itu, investor harus memahami potensi Return yang mungkin diperoleh dan Risk yang dihadapi. Dalam investasi saham dikenal prinsip “The Higher The Risk, The Higher The Return”, artinya Return dan Risk dalam investasi saham berjalan searah.

 

Semakin besar Return yang diharapkan, seorang investor harus siap menghadapi potensi Resiko yang lebih besar.

 

Analisa Investasi

 

Langkah terakhir yang harus dilakukan untuk menjadi Investor Saham yang baik adalah dengan melakukan Analisa Investasi. Dikenal dua jenis Analisa Investasi, yaitu Analisa Fundamental dan Teknikal.

 

Analisa investasi penting untuk dilakukan agar keputusan investasi yang diambil lebih tepat dan tidak mudah terpengaruh oleh rumor-rumor yang beredar di pasar saham.

 

Selain ketiga hal diatas, sebenarnya masih banyak cara-cara atau metode lainnya, namun ketiga cara diatas adalah yang paling umum digunakan dan paling mudah dipahami, terutama oleh investor-investor pemula.

 

 

Manfaat Investasi Saham

 

Manfaat investasi saham secara umum dapat dikelompokan dalam dua jenis yaitu manfaat yang bersifat material dan non-material.

 

Dalam investasi saham, tentu Investor mengharapkan harga saham yang dibelinya mengalami kenaikan harga di masa mendatang sehingga memperoleh keuntungan dari selisih harga beli dengan harga jual yang lebih tinggi. Keuntungan ini disebut Capital Gain. 

 

Selain itu, dengan memiliki saham sebuah emiten, investor memiliki hak untuk memperoleh dividen yang dibagikan oleh emiten tersebut sesuai dengan proporsi kepemilikan sahamnya.

 

Capital Gain dan dividen inilah yang disebut sebagai manfaat atau keuntungan bersifat material.

 

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, selain manfaat yang bersifat material, juga terdapat manfaat yang bersifat non-material.

 

Salah satu manfaat dari investasi saham yang bersifat non-material adalah meningkatkan kemampuan dalam mengolah informasi dan data yang tersedia guna menghasilkan sebuah keputusan yang tepat. Kemampuan ini, selain berguna ketika berinvestasi saham, juga dapat diterapkan dalam bidang-bidang pekerjaan lainnya.

 

 

Risk and Return Trade Off

 

Seperti yang telah diulas sebelumnya bahwa investasi saham mengandung Risk dan Return. 

 

Risk dapat didefinisikan sebagai kemungkinan perbedaan antara return actual yang diterima dengan return yang diharapkan.

 

Return dapat didefinisikan sebagai faktor yang memotivasi investor untuk berinvestasi dan merupakan imbalan atas keberanian investor menanggung resiko atas investasi yang dilakukannya.

 

Hubungan keduanya dapat dijelaskan dengan konsep Risk and Return Trade-off yang dkembangkan oleh Harry Markowitz.

 

Konsep ini memberikan pilihan pada investor antara menerima kemungkinan resiko yang rendah atau memperoleh potensi return yang tinggi yang tentu saja keduanya memiliki konsekuensinya masing-masing.

 

Dengan menanggung kemungkinan resiko yang rendah, maka return potensial yang mungkin diperoleh juga rendah. Sementara itu, dengan mengharapkan return potensial yang tinggi, maka harus siap menanggung kemungkinan resiko yang tinggi pula.

 

Dalam prakteknya, bila terdapat dua alternatif investasi dengan return yang sama, maka investor cenderung memilih yang resikonya lebih rendah.