Investasi Saham dan Reksa Dana : Pengenalan


Mitos bahwa investasi saham adalah sesuatu yang sulit, beresiko tinggi, dan harus memiliki kecerdasan untuk memahami saham masih menjadi hal yang menakutkan bagi sebagian Calon Investor untuk berinvestasi saham secara langsung.

 

Merespon hal diatas, dikembangkanlah suatu wadah investasi saham yang investornya tidak perlu mengelola sendiri dana investasinya. Sederhananya adalah dana investor akan dikumpulkan dan dikelola oleh Manajer Investasi.

 

Wadah Investasi saham inilah yang biasa dikenal dengan nama Reksa Dana. Pada prakteknya, produk-produk yang dikelola Manajer Investasi dalam sebuah Reksa Dana tidak selalu hanya saham. Sebuah Reksa Dana juga dapat terdiri atas efek lainnya seperti surat utang atau obligasi.

 

 

Investasi Saham VS Reksa Dana

 

Reksa Dana dapat didefinisikan sebagai suatu wadah untuk menghimpun dana masyarakat untuk selanjutnya diinvestasikan kembali dalam bentuk portofolio Efek oleh Manajer Investasi (MI).

 

Berdasarkan definisi diatas, dapat disimpulkan beberapa perbedaan antara Investasi Saham dengan Reksa Dana, yaitu :

 

Mekanisme

 

Investasi saham mengharuskan Calon Investor untuk memiliki Account di satu atau beberapa Perusahaan Efek agar dapat melakukan transaksi jual-beli Saham. Sebaliknya, pada Reksa Dana, dana Calon Investor dihimpun dan dikelola oleh MI.

 

Diversifikasi

 

Diversifikasi Pada Reksa Dana, dana yang diinvestasikan dapat didiversifikasikan dalam berbagai macam Efek, termasuk di dalamnya adalah saham, surat utang, dan obligasi. Sementara itu, dalam Investasi Saham, diversifikasi yang dapat dilakukan relatif tidak seberagam atau sebanyak pada Reksa Dana, sehingga Calon Investor akan berupaya memaksimalkan expected return-nya dengan mengalokasikan dananya ke dalam beberapa saham pilihan.

 

Komposisi Portofolio

 

Seperti yang telah diulas sebelumnya, portofolio Reksa Dana tidak selalu terdiri dari saham tetapi juga Surat Utang/Obligasi. Selain saham, dalam Portofolio Reksa Dana dapat juga terdiri atas Efek lainnya.

 

 

Risiko-Risiko Reksa Dana

 

Serupa dengan investasi lainnya, pada Reksa Dana juga melekat resiko. Beberapa resiko Reksa Dana adalah :

 

Berkurangnya nilai Unit Penyertaan karena perubahan Nilai Pasar Wajar Efek yang terdapat di dalam portofolio suatu Reksa Dana.

 

Risiko Likuiditas, bebeda dengan Investasi Saham yang dapat menjual saham yang dimiliki kapan saja selama jam perdagangan Bursa, Pada Reksa Dana, seorang investor tidak dapat melakukan penjualan kembali Unit Penyertaannya dalam sebuah Reksa Dana untuk jangka waktu tertentu.

 

Risiko Kredit, mengingat dalam portofolio Reksa Dana dapat terdiri atas Surat Utang atau Obligasi, ada kemungkinan perusahaan yang menerbitkan Efek Utang tidak dapat membayar bunga dan pokok atas Efek Utang yang diterbitkannya tersebut.

 

Risko Nilai Tukar Mata Uang Asing, yaitu potensi berkurangnya nilai kekayaan Reksa Dana yang diinvestasikan pada Efek bersidfat Utang akibat perubahan nilai tukar mata uang Reksa Dana tersebut.

 

 

Jenis-Jenis Reksa Dana

 

Seperti yang telah diulas sebelumnya, Reksa Dana tidak selalu terdiri atas saham, sehingga berdasarkan komposisi efeknya, Reksa Dana dapat dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu :

 

Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana jenis ini hanya melakukan investasi pada Efek Pasar Uang atau Efek yang bersifat utang dengan jangka waktu jatuh tempo kurang dari 1 (satu) tahun.

 

Reksa Dana Pendapatan Tetap, Reksa Dana jenis ini melakukan investasi dalam Efek bersifat utang sekurang-kurangnya 80% dari total aktiva Reksa Dana tersebut.

 

Reksa Dana Saham, Reksa Dana jenis ini melakukan investasi dalam Efek bersifat Ekuitas (Efek Pasar Modal) sekurang-kurangnya 80% dari total aktiva Reksa Dana tersebut.

 

Reksa Dana Campuran, Reksa Dana jenis ini melakukan investasi dalam Efek bersifat Ekuitas dan Efek bersifat utang dengan perbandingan tertentu atau seimbang.

 

 

Sementara itu, berdasarkan mekanismenya, Reksa Dana dapat dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu :

 

Reksa Dana Terproteksi, Reksa Dana jenis ini memberikan proteksi atas investasi awal melalui mekanisme pengelolaan portofolio pada Efek bersifat Utang yang masuk dalam kategori layak investasi.

 

Reksa Dana Penjaminan, Reksa Dana jenis ini melakukan investasi pada Efek bersifat Utang yang masuk dalam kategori layak investasi sekurang-kurangnya 80% dari total aktiva Reksa Dana tersebut.

 

Reksa Dana Indeks, Reksa Dana jenis ini melakukan investasi ada Efek bersifat Ekuitas (saham) yang termasuk dalam suatu indeks yang menjadi acuannya, misalnya adalah indeks LQ45.