Strategi Portofolio : Pasif


Portofolio Saham adalah gabungan atau kombinasi dari beberapa saham. Berdasarkan komposisi sahamnya, Portofolio dapat dikelompokan menjadi Portofolio Konsentrasi dan Portofolio Diversifikasi.

 

Dalam menyusun Portofolio, Investor membutuhkan strategi dan lazimnya, strategi yang digunakan adalah Strategi Portofolio Aktif dan Strategi Portofolio Pasif. (Artikel mengenai Strategi Portofolio Aktif dapat dibaca disini)

 

 

Strategi Portofolio Pasif : Kelebihan & Kekurangan

 

Dalam Strategi Portofolio Pasif Investor cenderung pasif dalam melakukan aktivitas jual beli (transaksi) saham. Namun demikian, perlu dicatat bahwa “pasif” dalam hal ini bukan berarti Investor mengabaikan informasi-informasi yang berpotensi mempengaruhi pergerakan harga saham dalam Portofolionya.

 

Strategi Portofolio Pasif mengharuskan Investor melakukan analisa secara lebih detil mengenai kondisi atau kinerja keuangan emiten-emiten tertentu yang dianggap potensial oleh Investor dengan turut mempertimbangkan informasi-informasi yang berpotensi mempengaruhi kinerja emiten-emiten tersebut di masa yang akan datang sebelum memutuskan dan melaksanakan tindakan investasi atas emiten yang telah dianalisa sebelumnya.

 

Kelebihan Strategi Portofolio Pasif
 

Kelebihan Strategi Portofolio Pasif adalah tidak diperlukan banyak tindakan dalam berinvestasi, sehingga dapat meminimalisir potensi bias dalam pengambilan keputusan investasi karena analisa yang mendalam sudah dilakukan  sebelum Investor memutuskan untuk membeli suatu saham. Dengan begitu, Investor tidak akan mudah terpengaruh oleh isu-isu yang beredar di kalangan Investor. 

 

Aksi atau manuver dilakukan hanya jika target yang telah ditetapkan oleh Investor sudah tercapai atau jika terjadi suatu kejadian yang berpotensi menyebabkan terbentuknya anomali pergerakan harga saham di pasar, anomali dapat berupa kenaikan yang sangat signifikan atau pelemahan yang sangat dalam. Minimnya aksi atau manuver investasi yang dilakukan Investor juga memberikan manfaat lain bagi Investor, yaitu biaya (fee) yang ditanggung Investor relatif lebih rendah dibandingkan dengan Strategi Portofolio Aktif, karena intesitas transaksi dalam Strategi Portofolio Pasif relatif lebih sedikit daripada Strategi Portofolio Aktif.

 

Kekurangan Strategi Portofolio Pasif
 

Dari penerapan Strategi Portofolio Pasif, besarnya potensi return yang dapat direalisasikan relatif sama dengan besarnya return pasar karena dalam penerapan Strategi Portofolio Pasif, investor cenderung mendasarkan pemilihan sahamnya pada pergerakan indeks pasar. Selain itu, dengan menerapkan Strategi Portofolio Pasif, investor berpotensi kehilangan momentum untuk memperoleh abnormal return ketika volatilitas harga saham di Pasar cukup tinggi.

 

 

Jenis-Jenis Strategi Portofolio Pasif

 

Terdapat 2 (dua) cara yang lazim dilakukan dalam menjalankan Strategi Portofolio Pasif, yaitu Beli & Simpan (Buy & Hold) dan Mengikuti Index (Indexing).

 

Beli & Simpan (Buy & Hold)
 

Sesuai dengan namanya, dalam Strategi Portofolio Pasif Beli & Simpan, setelah melakukan analisa secara mendalam atas saham dari emiten-emiten tertentu, Investor akan memutuskan tindakan investasinya dengan memilih dan mengakumulasi saham yang dinilai mampu memberikan return paling optimal. Selanjutnya Investor akan menahan saham tersebut selama mungkin hingga target yang telah ditetapkannya tercapai atau hingga jangka waktu tertentu

 

Mengikuti Indeks (Indexing)
 

Dalam Strategi Portofolio Pasif Mengikuti Indeks, Investor mengalokasikan dananya ke dalam beberapa saham yang terdapat di dalam salah satu indeks yang terdapat di Pasar Saham dengan harapan memperoleh return yang tidak jauh berbeda dengan return indeks tersebut. Misalnya adalah mengakumulasi saham-saham yang terdapat dalam Indeks LQ45.