Candlestick


Analisa Teknikal dalam Analisa Investasi memerlukan data historis pergerakan harga suatu saham, data ini pada umumnya akan ditampilkan dalam bentuk grafik, baik itu grafik Line, Bar Chart, maupun Candlestick. Profits Buletin kali ini akan mengulas lebih detail mengenai Candlestick.

 

Candlestick merupakan jenis grafik yang paling banyak digunakan ketika melakukan Analisa Investasi secara Teknikal, karena Candlestick mampu menjelaskan pergerakan harian saham. 

 

Candlestick dapat menggambarkan harga pembukaan, penutupan, titik tertinggi, dan titik terendah dari pergerakan suatu saham selama satu hari perdagangan bursa. 

 

Di sisi lain, kemampuan tersebut diatas juga menjadikan Candlestick cukup rumit untuk dipahami oleh Investor pemula atau Investor yang belum awam dengan Analisa Teknikal. Oleh sebab itu, pada bagian selanjutnya akan diulas mengenai bentuk, cara membaca, dan pola-pola Candlestick.

 

 

Candlestick : Basic Patern 

 

Candlestick dapat menjelaskan pergerakan harga suatu saham yang tertiri dari harga pembukaan (Open), penutupan (Close), tertinggi (High), dan terendah (Low) dalam satu hari perdagangan bursa. Sesuai dengan namanya Candlestick berbentuk seperti batang lilin dan terdiri atas 3 bagian utama, yaitu Body, Upper Shadow, dan Lower Shadow. 

 

Karena pergerakan suatu saham sangat bervariasi setiap harinya, maka bentuk dan pola Candlestick juga dapat beragam. Bentuk dasar Candlestik adalah asic Candlestick, yaitu Long Candle, Short Candle, Marubozu, dan Doji. 

 

Bagian-bagian Candlestick : 

 

Uper Shadow : garis vertikal diantara High dengan Close (Bullish) atau High dengan Open (Bearish). 

Body : batang dari Candlestick yang menunjukan perbedaan antara Open dengan Close. 

Lower Shadow : garis vertikal diantara Low dengan Open (Bullish) dan Low dengan Close (Bearish). 

 

 

MABUROZU 

Maburozu berbentuk seperti batang lilin (hanya memiliki Body). Maburozu terdiri atas Bullish Maburozu dan Bearish Maburozu. Bullish Maburozu terbentuk ketika harga suatu saham dalam satu hari perdagangan tidak pernah turun lebih rendah dari harga pembukaan (O) dan mampu ditutup (C) pada harga tertingginya (H). 

 

Sebaliknya, bearish Maburozu terbentuk ketika harga tidak pernah naik lebih dari harga pembukaan (O) dan ditutup (C) pada harga terendahnya (L).

 

LONG & SHORT CANDLE 

 

Kedua bentuk Candlestick ini adalah yang paling sering muncul. Serupa dengan Maburozu, Long & Short Candle juga terdiri atas bentuk Bullish dan Bearish. 

 

Bullish Long & Short Candle terbentuk apabila harga terendahnya (L) lebih rendah dari harga pembukaan (O) dan ditutup pada harga penutupan (C) yang tidak lebih tinggi dari harga tertingginya (H). Sebaliknya, Bearish Long & Short Candle terbentuk apabila harga saham sempat bergerak ke harga tertinggi (H) diatas harga pembukaan (O) sebelum akhirnya ditutup pada harga penutupan (C) yang lebih t ingg i dari harga terendahnya (L).

 

DOJI CANDLE 

 

 

Doji Candle marupakan kembalikan dari Maburozu. Doji Candle justru terlihat seperti tidak memiliki Body dan lebih didominasi Shadow. Sama dengan bentuk-bentuk sebelumnya, Doji juga terdiri atas Bullish Doji dan Bearish Doji. Baik Bullish maupun Bullish Doji terbentuk ketika harga pembukaan (O) dan penutupan (C) berada pada level yang sama atau hampir sama. Doji memiliki berbagai bentuk, diataranya adalah Common, Long-Leg, Dragonfly, Gravestone, dan Four Price.