BATU BARA: Produksi China Naik, Harga Stagnan


Bisnis.com, JAKARTA – Reli harga batu bara terhenti pada akhir perdagangan Selasa (15/5/2018), di tengah laporan produksi yang lebih tinggi di China.

 

Pada perdagangan Selasa, harga batu bara untuk kontrak Juli 2018, kontrak teraktif di bursa komoditas Rotterdam, berakhir stagnan di posisi US$92,90/metrik ton.

 

Padahal harga batu bara kontrak Juli 2018 sempat melanjutkan penguatannya saat dibuka dengan kenaikan 0,65% di level 93,50 pada perdagangan kemarin.

 

Harga batu bara kontrak Juli 2018 sebelumnya telah menguat selama empat hari perdagangan berturut-turut. Adapun pada perdagangan Senin (14/5/2018), harga batu bara kontrak Juli 2018 berakhir menguat 2,20% atau 2 poin di posisi 92,90.

 

Dilansir Bloomberg, penambang batu bara di Cina mendorong produksi ke level tertinggi tahun ini setelah pemerintah memberlakukan pembatasan terhadap beberapa impor bahan bakar tersebut.

 

Tingkat produksi naik 4,4% pada bulan April dari bulan sebelumnya menjadi setara dengan 9,78 juta metrik ton per hari, menurut perhitungan Bloomberg berdasarkan data dari Biro Statistik Nasional China yang dirilis pada Selasa (15/5/2018).

 

Data yang sama menunjukkan, tingkat produksi naik 3,8% di 1,1 miliar ton selama empat bulan pertama.

 

“Produksi domestik telah naik akibat membaiknya sentimen harga, yang telah didorong oleh pembatasan impor,” ujar Dennis Ip, analis Daiwa Securities Group Inc., sebelum data tersebut dirilis.

 

Di sisi lain, harga minyak mentah berakhir menguat pada perdagangan Selasa (15/5/2018). Minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni 2018 berakhir menguat 0,49% di posisi US$71,31 per barel.

 

Sementara itu, minyak Brent pengiriman Juli ditutup naik 0,26% di level US$78,43 per barel di bursa ICE Futures Europe yang berbasis di London.

 

Pergerakan harga batu bara kontrak Juli 2018 di bursa Rotterdam

 

Tanggal

US$/MT

15 Mei

92,90 (+0%)

14 Mei

92,90 (+2,20%)

11 Mei             

90,90 (+0,94%)

10 Mei

90,05 (+1,29%)

9 Mei

88,90 (+0,85%)

 

Sumber : bloomberg

 

Sumber : bisnis.com