Ayo Berinvestasi Saham !!


Investasi Saham erat kaitannya dengan pengambilan Keputusan Investasi, keputusan membeli dan/atau menjual saham. Keputusan Investasi yang tepat tentunya akan berdampak positif terhadap hasil Investasi Saham yang dilakukan, namun kenyataannya sangat sulit bagi seorang Investor, terutama Investor Pemula untuk membuat suatu Keputusan Investasi (beli dan/atau jual saham) yang tepat. 

 

Oleh sebab itu, kali ini Kami akan memberikan Panduan Pengambilan Keputusan Investasi yang tepat. Pertama, ketahui kriteria-kriteria saham yang layak investasi. 

 

Kedua, menetukan waktu yang tepat untuk merealisasikan potensi keuntungan yang dimiliki atau waktu yang tepat untuk melakukan cut loss supaya potensi kerugian dapat diminimalisir.

 

 

Kriteria Saham Layak Investasi

 

Seorang Investor harus memiliki kemampuan untuk memilih saham-saham yang baik. Saham yang baik artinya saham tersebut memenuhi Kriteria Saham Layak Investasi. Kemampuan untuk memilih saham layak investasi sangat penting mengingat banyaknya jumlah emiten yang mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Berikut beberapa Kriteria Saham Layak Investasi, yaitu :

 

Memiliki Manajemen Ideal

 

Kriteria paling utama dari Saham Layak Investasi adalah memiliki Manajemen yang ideal, artinya perusahaan tersebut memiliki Visi dan Misi yang jelas, jujur, terbuka, dan bertanggung jawab. Sebagai contoh ketika terjadi penurunan kinerja keuangan, Manajemen akan secara terbuka menyampaikan hal ini kepada Investor dan menjelaskan strategi-strategi yang akan dilakukan untuk mengatasi hal ini.

 

Pentingnya kriteria Manajemen ini dibuktikan dengan sejumlah kasus ketika perusahaan terpaksa dipailitkan karena adanya kelalaian atau penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh Manajemen dalam perusahaan tersebut.

 

Berada di Sektor Potensial

 

Sektor potensial adalah sektor usaha dengan iklim bisnis yang mendukung perusahaan untuk mengembangkan usahanya. Hal ini akan bersinergi positif dengan Manajemen yang ideal. Manajemen dapat lebih leluasa dalam menyusun strategi-strategi pengembangan usaha, sehingga potensi keuntungan yang akan diperoleh dapat dioptimalkan.

 

Terus Bertumbuh

 

Dengan kemampuan Manajemen yang ideal dan didukung oleh iklim usaha yang ideal pula, besar potensi perusahaan untuk terus mencatatkan pertumbuhan. Perlu dicatat, pertumbuhan tidak selalu harus diukur dari kenaikan laba bersih atau dividen yang dibagikan. Ekspansi kapasitas produksi dengan membangun pabrik baru, Ekspansi Lini Produk dengan memproduksi jenis produk baru, dan Ekspansi Pangsa Pasar dengan melakukan perluasan jaringan distribusi juga dapat dijadikan tolak ukur pertumbuhan perusahaan, sebab hasilnya mungkin tidak dapat langsung dinikmati, namun dalam jangka panjang berpotensi mendorong peningkatan laba yang signifikan.

 

Valuasi Sahamnya Wajar

 

Kriteria terakhir adalah kesesuaian antara kinerja keuangan perusahaan dengan harga pasar sahamnya, artinya harga pasar (market price) saham tersebut sama dengan nilai wajarnya (fair value). Namun nyatanya hal ini sangat jarang terjadi, yang lazim terjadi adalah kondisi overvalued dimana harga pasar suatu saham lebih tinggi dari nilai wajarnya (fair value) dan undervalued dimana harga pasar suatu saham lebih rendah dari nilai wajarnya (fair value). 

 

Saham-saham yang disukai oleh investor adalah saham-saham yang termasuk dalam kategori undervalued, karena diharapkan harga sahamnya akan mengalami kenaikan hingga menekati nilai wajarnya (fair value).

 

 

Waktu Yang Tepat Untuk Menjual Saham

 

Ketika seorang Investor memutuskan untuk membeli suatu saham, maka yang diharapkan oleh Investor tersebut adalah memperoleh keuntungan yang besar, baik dari Dividend maupun Capital Gain. Keuntungan dari Capital Gain adalah ketika Investor menjual saham miliknya pada harga yang lebih tinggi dibanding harga pembeliannya. 

 

Teori menjual saham berbeda antara Investor (jangka panjang) dan Trader (jangka pendek). Bagi Investor jangka panjang, menjual saham harusnya tidak menjadi masalah yang paling utama, karena return utama dari investasinya adalah Dividend. Investor akan terus menahan saham yang dimilikinya selama mungkin selama emiten yang menerbitkan saham tersebut masih memiliki prospek usaha yang menguntungkan. Sebaliknya aksi jual baru dilakukan apabila emiten penerbit saham tersebut mulai menunjukan penurunan kinerja, atau sektor usaha emiten tersebut diproyeksikan tidak dapat mendukung pertumbuhan kinerja emiten.

 

Sebaliknya, para Trader yang berharap memperoleh return yang besar dari besarnya Capital Gain, sehingga mereka harus menemukan waktu yang tepat untuk merealisasikan potensi Capital Gain tersebut. Cara paling lazim yang digunakan dalam menentukan waktu yang tepat untuk merealisasikan Capital Gain adalah dengan menerapkan teori Overbought

 

Kenaikan harga saham dapat dianalogikan seperti mendorong mobil yang mogok di jalan menanjak. Pemilik mobil mungkin mampu mendorong mobilnya dalam jarak tertentu sampai titik dimana memerlukan bantuan orang lain untuk mendorong mobilnya. Dengan bantuan ini, mobil dapat terus menanjak sampai titik dimana mereka kehabisan tenaga dan tidak ada lagi orang yang dapat membantu, pada titik inilah mobil akan berhenti, bahkan berbalik arah. 

 

Hal yang sama juga berlaku pada Kenaikan harga saham. Harga akan terus naik terpicu oleh positive triggers maupun euphoria yang beredar di pasar, hingga mencapai satu titik dimana tidak ada lagi trigger yang menopang penguatan harga saham tersebut. Titik inilah yang dinamakan overbought dan kondisi ini adalah indikasi bagi Investor untuk merealisasikan potensi Capital Gain dari saham yang dimilikinya.