Tahan Bunga Acuan, The Fed Sebut Investasi Melambat


Jakarta, CNBC Indonesia - Bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve memutuskan menahan suku bunga acuannya, sesuai dengan ekspektasi pasar.

 

Federal Open Market Committee (FOMC) secara bulat menyetujui untuk mempertahankan bunga acuan federal funds rate di kisaran 2%-2,25%. The Fed kali terakhir menaikkan suku bunganya sebesar 25 basis poin di pertemuan September lalu.

 

Pasar telah memperkirakan bank sentral akan menahan bunga acuannya kali ini dan mungkin menaikkannya kembali di Desember untuk kali keempat tahun ini.

 

The Fed mencatat angka pengangguran yang telah turun sejak pertemuan terakhir mereka di September. Pekan lalu, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan level pengangguran ada di 3,7% atau terendah sejak Desember 1969, CNBC International melaporkan.

 

Namun, pernyataan bank sentral itu juga mencatat bahwa pertumbuhan investasi tetap para pelaku usaha telah melambat dibandingkan bulan-bulan sebelumnya tahun ini.

 

Tahan Bunga Acuan, The Fed Sebut Investasi MelambatFoto: Gubernur Bank Sentral AS (The Fed) Jerome Powell (REUTERS/Al Drago)

 

Tidak ada data atau detail lebih lanjut yang disampaikan The Fed mengenai alasannya memandang investasi tengah menurun meskipun perusahaan-perusahaan di Wall Street dalam laporan kinerja keuangan kuartal ketiganya menyebutkan rencana investasi mereka tertahan akibat perang dagang antara AS dan China.

 

Perekonomian, di sisi lain, bergerak dengan kuat dan FOMC kembali menegaskan keyakinannya bahwa "aktivitas ekonomi telah naik dalam tingkat yang kuat".

 

Pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) AS tahun ini ada di kisaran 3,3% untuk tiga kuartal pertama tahun ini dan diperkirakan tumbuh sekitar 3% di kuartal terakhir. (prm)

 

Sumber : cnbcindonesia.com