2 Holding BUMN Karya Selangkah Lagi


Bisnis.com, JAKARTA — Pembentukan dua grup usaha BUMN karya, holding BUMN Infrastruktur dan Konstruksi serta holding BUMN Perumahan dan Kawasan, tengah memasuki tahap finalisasi. Terjadi perubahan anggota di masing-masing grup usaha itu dari rencana semula. 

 

Pembentukan holding BUMN karya menjadi topik headline koran cetak Bisnis Indonesia edisi Kamis (8/11/2018). Berikut laporannya.

 

Menurut rencana awal, holding BUMN Infrastruktur dan Konstruksi beranggotakan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk., PT Waskita Karya (Persero) Tbk., PT Jasa Marga (Persero) Tbk., PT Indra Karya (Persero), PT Yodya Karya (Persero), dan PT Hutama Karya (Persero) sebagai induk.

 

Adapun, holding BUMN Perumahan dan Kawasan akan diisi oleh PT Adhi Karya (Persero) Tbk., PT PP (Persero) Tbk., PT Amarta Karya (Persero), PT Indah Karya (Persero), dan Perum Perumnas sebagai induk.

 

Namun, dalam perkembangan terkini, terjadi perubahan komposisi anggota. Wijaya Karya bertukar posisi dengan Adhi Karya. (lihat infografis)

 

Ketua Tim Pembentukan Holding BUMN Perumahan dan Kawasan sekaligus Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Tumiyana mengakui perubahan posisi itu. “Salah satu kekuatan WIKA ada di gedung highrise,” ujar Tumiyana kepada Bisnis, Rabu (7/11).

 

Dia menambahkan pembentukan kedua holding BUMN itu akan mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) sebagai payung hukum. “ Insya Allah Desember 2018 selesai. Anggota holding-nya Wijaya Karya, Perumnas, Amarta, dan beberapa konsultan bergabung dalam holding Perumahan dan Kawasan.”

 

Saat dimintai konfirmasi, Direktur Utama Adhi Karya Budi Harto membenarkan hal tersebut. Namun, pihaknya tidak membeberkan lebih lanjut perubahan susunan anggota holding. “Betul posisi terakhir di holding BUMN Infrastruktur dan Konstruksi. Kalau penempatan holding, itu sesuai dengan kebijakan pemerintah.”

 

Pada awal pekan ini, Deputi Bidang Usaha Konstruksi dan Sarana dan Prasarana Perhubungan Kementerian BUMN Ahmad Bambang menyebutkan pembentukan dua holding itu masih dalam proses finalisasi di Kementerian Keuangan. Pemerintah, sambungnya, akan melakukan sosialisasi dan pembentukan diharapkan rampung pada Desember 2018.

 

Hingga berita ini diturunkan, Ahmad belum merespons pertanyaan Bisnis terkait dengan susunan akhir rancangan PP dua holding BUMN itu.

 

DAMPAK POSITIF

 

Direktur Keuangan dan Pengelolaan Kapital Manusia PP Agus Purbianto menuturkan perseroan akan masuk ke holding BUMN Perumahan dan Kawasan. Menurutnya, skema itu akan berdampak positif bagi perseroan.

 

Secara konsolidasi, sambungnya, sinergi antaraanggota holding akan kian kuat. Selanjutnya, kapasitas dan kompetensi akan bertambah dan tercipta efisiensi dari proses yang disinergikan.

 

“Bagi PP sebagai anggota holding, tentunya kami bisa lebih fokus ke lini usaha yang kuat positioning-nya di market karena stage ke depan, lini bisnis yang dipunyai di-merge supaya lebih besar dan kuat,” jelasnya.

 

Agus mengatakan emiten berkode saham PTPP itu akan tetap menjalankan bisnis konstruksi meski menjadi bagian dari holding BUMN Perumahan dan Kawasan. Akan tetapi, pihaknya menyebut holding itu memiliki perhatian khusus terkait dengan pemenuhan backlog perumahan.

 

Managing Director Lembaga Management Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Toto Pranoto menilai secara umum holding perusahaan dibuat agar proses value creation dapat tercipta. Artinya, nilai holding harus menjadi lebih tinggi dibandingkan dengan perseroan berdiri sendiri.

 

Value creation di holding BUMN Infrastruktur dan Konstruksi dapat diciptakan dari sisi pengelolaan biaya yang makin efisien. Dalam jangka panjang, hal itu akan berimbas ke kemampuan mengintegrasikan produk sehingga bisa menawarkan jasa dengan harga yang lebih kompetitif.

 

Namun, dia menyoroti kondisi arus kas sejumlah BUMN karya. “Restrukturisasi aset atau portofolio harus diprioritaskan sehingga mereka bisa dalam kondisi lebih baik saat holding didirikan.”

 

Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan memproyeksikan pembentukan dua holding BUMN itu akan memberikan keuntungan bagi emiten BUMN karya. Pasalnya, kemampuan mereka untuk menjalankan proyek dengan nilai besar akan meningkat. “Ketika ada tender proyek, yang maju Holding BUMN.”

 

Wasekjen Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Errika Ferdinata berharap holding BUMN karya ini bisa turut melancarkan alur supply chain sehingga industri konstruksi juga dapat tumbuh sehat.

 

“Jangan karena mereka bersatu, kami yang kecil-kecil jadi tidak kebagian . Kami berharap holding BUMN juga dapat meningkatkan alur supply chain, sehingga kontraktor besar, kecil dan menengah juga mendapat benefit.”

 

Sumber : bisnis.com