Waskita Karya Anggarkan Belanja Modal Rp 25,3 Triliun Tahun Ini


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Waskita Karya (Persero) Tbk menyiapkan belanja modal atau Capital Expenditure (capex) tahun 2019 sebesar Rp 25,3 triliun atau naik 26,5% dari 2018. Capex tersebut sebagian akan digunakan untuk ekspansi khususnya pembangunan jalan ton emiten dengan kode saham WSKT tersebut di tahun ini.

 

Director of Finance and Strategy Waskita Karya Haris Gunawan mengatakan capex tersebut bersumber 30% kas internal dan 70% dari pendanaan eksternal seperti dari pinjaman bank atau penerbitan obligasi. "Capex tahun ini untuk berinvestasi di sektor jalan tol sekitar 78,9%. Kemudian di migas  sekitar 3,6%, properti 4%, energi 4,3% dan sisanya 9% di konstruksi untuk pembelian alat-alat proyek," kata Haris kepada kontan.co.id, Jumat (4/1). Untuk proyek-proyek jalan tol ini, Haris enggan membeberkan jalan tol mana saja yang menjadi prioritas di 2019. "Yang pasti kami masih punya target membangun beberapa jalan tol di tahun ini. Tapi untuk proyek-proyek ini belum bisa kita informasikan," imbuhnya.

 

Sesuai catatan kontan.co.id, sebelumnya Haris pernah mengungkapkan di 2019 ini, pihaknya melanjutkan sejumlah rencana investasi jalan tol yang tertunda di 2018. WSKT memproyeksikan setidaknya terdapat investasi empat hingga lima ruas tol lagi pada tahun ini. Direktur Utama PT WSKT I Gusti Ngurah Putra menambahkan, WSKT berencana berekspansi ke proyek minyak dan gas. "Kami bakal masuk sebagai pemilik minoritas ke proyek smelter perusahaan-perusahaan tambang, juga lakukan kerja sama dengan Pertamina maupun Perusahaan Gas Negara," terangnya.

 

Kemudian Haris menambahkan di 2019 pihaknya berencana menjalin kerja sama dengan mitra strategis lewat skema divestasi aset. "Untuk proyek-proyeknya belum bisa kami disclose. Kami tengah berupaya untuk menarik minat investor asing untuk jalin kerjasama,"imbuhnya. Salah satunya adalah WKST tengah bernegosiasi dengan sejumlah konsultan asing seperti EY, Deliotte, dan PWC untuk membantu mencarikan investor potensial yang berniat membeli ruas tol yang telah dibangun.

 

"Setelah itu baru akan lakukan road show ke luar negeri seperti Dubai, Prancis, Hongkong. Kami akan langsung datangi investor-investornya," paparnya. Putra menambahkan bila perseroan akan melakukan divestasi terhadap tol yang sudah selesai dibangun dan sudah beroperasi. Divestasi dilakukan agar perseroan memperoleh dana segar yang akan kembali dipergunakan untuk berinvestasi di proyek lain. "Perhatian manajemen bagaimana mendivestasi tol yang sudah ada dan sudah beroperasi. Karena di awal kami (masuk tol) sebagai developer bukan operator," terangnya.

 

Sumber: kontan.co.id