Belilah BISNIS Bukan SAHAM


Salah satu fakto penting dalam berinvestasi di Pasar Modal adalah memahami makna bahwa Anda sedang membeli sebuah bisnis, bukan membeli saham. Konsep ini menjadi salah satu kunci sukses Warren Buffett dalam berinvestasi dan menjadi milyader. 

 

Dalam berinvestasi, khususnya berinvestasi saham, Anda harus memahami dengan benar pentingnya kinerja bisnis dibalik investasi. Pelajarilah kinerja jangka panjang setiap perusahaan yang ada portofolio bisnis Anda. Untuk itu, Anda harus tahu bisnis mana yang bisa dibeli. 

 

Untuk menentukan bisnis mana yang bisa dibeli, Anda harus memilih bisnis yang Anda mengerti dengan baik, prospek perusahaan tersebut dalam jangka panjang cukup baik, bisnisnya dijalankan oleh orang-orang atau manajemen yang jujur dan kompeten dibidangnya, serta harga bisnis tersebut sangat menarik. 

 

Dengan memilih bisnis yang Anda pahami maka risio investasi Anda akan berkurang. Bila Anda tidak memahami bisnisnya maka Anda sedang berspekulasi, bukan berinvestasi. Jadi ketika Anda berpikir untuk berinvestasi apa, artinya Anda sedang berpikir tentang berbisnis apa, bukan membeli saham apa. Lembar saham hanyalah suatu representatif riil dari sebuah perusahaan. 

 

Anda perlu ingat bahwa saham adalah bagian dari bisnis. Tidak seharusnya Anda membeli saham karena pergerakan harganya, tapi belikah saham karena berdasarkan hasil analisa bisnis dan prospek bisnisnya di masa depan. 

 

Untuk mengetahui prospek suatu bisnis dalam jangka panjang, Anda dapat melakukan evaluasi secara fundamental sebelum Anda memutuskan untuk membeli suatu bisnis. Anda perlu melihat kesehatan perusahaan tersebut dalam jangka panjang yang direfleksikan pada pendapatan, arus kas, laba dan neraca. 

 

Selain itu, Anda dapat melakukan penelusuan untuk mencari inforasi suatu perusahaan sebelum Anda memutuskan untuk membeli bisnisnya. Ini menjadi PEKERJAAN RUMAH (PR) Anda sebagai INVESTOR. Bila Anda ingin menjadi INVESTOR SUKES, Anda harus  mengerjakan PR Anda

 

Perlu diingat, janganlah Anda berpikir mengenai saham dalam jangka pendek, tapi berpikirkan mengenai bisnis jangka panjang