Risiko Investasi Saham


Perlu diketahui bahwa setiap investasi melekat risiko. Seorang investor tidak pernah tahu secara pasti berapa keuntungan (rate of return) yang diperoleh dari instrumen investasi yang dipilih, dalam konteks ini adalah investasi saham. Oleh karena itu, risiko investasi perlu diperhitungkan secara tepat saat menentukan pilihan instrumen investasi sehingga seorang investor bisa terhindar dari kerugian. 

 

Pada kondisi normal, seorang investor dapat memprediksi risiko melalui kinerja perusahaan yang tercermin pada harga sahamnya. Jika kinerja perusahaan mencatatakan pertumbuhan yang baik maka harga sahamnya akan terapresiasi (mengalami peningkatan) sehingga investor akan memperoleh capital gain. Sebaliknya, jika kinerja perusahaan mencatatan pertumbuhan yang kurang baik atau tidak baik maka harga sahamnya akan terdepresiasi (mengalami penurunan) sehingga investor akan memperoleh capital loss

 

Untuk menghitung tingkat keuntungan yang dikehendaki (required rate of return), seorang investor harus mempertimbangkan adanya risiko investasi, tingkat pertumbuhan ekonomi dan tingkat inflasi yang diharapkan. Berdasarkan Modek Index Tunggal, risiko investasi terdiri dari risiko tidak sistematis (unsystematic risk) dan risiko sistematis (systematic risk). 

 

Risiko tidak sistematis (unsystematic risk) juga disebut risiko unik (unique risk), yaitu risiko yang berkaitan dengan fluktuasi dan siklus bisnis dari industri tertentu. Setiap jenis industri mempunyai karakteristik masing-masing yang dipengaruhi variabel-variabel ekonomi secara spesifik. Oleh karena itu, perusahaan dalam industri sejenis akan mempunyai risiko unik yang sama. Karena berkaitan dengan siklus bisnis maka risiko unik juga disebut risiko bisnis (business risk). Berdasarkan teori portofolio, risiko bisnis dapat dikurangi dengan melakukan Diversifikasi. Itulah sebabnya risiko bisnis juga disebut dengan diversified risk

 

Risiko Sistematis (systematic risk) biasanya dikaitkan dengan kondisi pasar sehingga sering disebut dengan risiko pasar (market risk). Risiko sistematis merupakan risiko yang tidak dapat dikurangi, walaupun dengan diversifikasi. Oleh karena itu, risiko sistematik sering disebut dengan undiversified risk yang diukur dengan beta (ꞵ). Berikut adalah kelompok undiversified risk

  • Risiko inflasi : inflasi akan mengurangi daya beli uang sehingga tingkat pengembalian setelah disesuaikan dengan inflasi berpotensi membuat return investasi menjadi lebih rendah. 
  • Risiko nilai tukar mata uang : risiko perubahan nilai investasi yang disebabkan oleh perubahan nilai tukar mata uang. 
  • Risiko tingkat suku bunga : perubahan suku bunga berpotensi mempengaruhi variabilitas return investasi saham. 

 

 

BACA JUGA : 
Apa Itu Saham? 
Mengapa Berinvestasi Saham?
Sumber Pendapatan Saham
Klasifikasi Saham di BEI