BETA (ꞵ) Sebagai Pengukur Risiko Pasar


Secara teori, Systematic Risk atau Market Risk atau Undiversified Risik dapat diukur dengan beta (ꞵ). Beta (ꞵ) inilah yang digunakan sebagai ukuran risiko pasar relevan untuk menentukan tingkat keuntungan investasi yang diharapkan (required rate of return). 

 

Dengan demikian, beta (ꞵ) mengukur fluktuasi return saham individu terhadap return indeks pasar. Besarnya indeks beta (ꞵ) dipengaruji oleh pergerakan variabel-variabel yang melekat pada aset berisiko, yang berkaitan dengan ekonomi makro suatu negara. Secara sederhana, indeks beta (ꞵ) dapat diperoleh dengan membandingkan fluktuasi indeks saham individu terhadap fluktuasi indeks saham gabungan (IHSG). Fluktuasi return yang tercermin dari perubahan harga-harga saham itulah yang dimaksud dengan risiko. 

 

Dengan menggunakan indeks beta (ꞵ), seorang investor dapat memprediksi tingkat sensitivitas return suatu saham terhadap return IHSG. 

  • Bila suatu saham memiliki indeks beta (ꞵ) = 0 maka saham tersebut bebas risiko. Indeks beta (ꞵ) yang besar mengindikasikan return saham tersebut lebih sensitif terhadap return pasar, artinya saham tersebut lebih berisiko. 
  • Pada kondisi normal, indeks beta (ꞵ) = 1, artinya persentase peningkatan ataupun penurunan harga saham secara individu sama dengan pergerakan IHSG. 
  • Indeks beta (ꞵ) bisa bernilai positif, bisa bernilai negatif. Indeks beta (ꞵ) dengan nilai positif artinya pergerakan harga saham secara individu searah dengan pergerakan IHSG. Sebaliknya, indeks beta (ꞵ) dengan nilai negatif artinya pergerakan harga saham secara individu berlawanan dengan pergerakan IHSG. 

 

Dengan asumsi bahwa risiko merupakan kombinasi antara karakteristik pasar dengan variabel-variable fundamental perusahaan maka berikut adalah beberapa variabel yang berpotensi mempengaruhi indeks beta (ꞵ) : 

  • Dividen Payout Ratio : semakin besar rasioo pembayaran dividen, semakin kecil indeks beta (ꞵ) (pada umumnya investor menyukai dividen yang besar). 
  • Pertumbuhan Aset : semakin besar aset suatu perusahaan, indeks beta (ꞵ) semakin besar. Kondisi ini dikaitkan dengan tingkat risiko yang semakin besar. 
  • Ukuran Aset : perusahaan dengan aset besar dinilai memiliki risio yang lebih kecil karena beta (ꞵ) berkorelasi negatif dengan skala perusahaan. 
  • Laverage : perusahaan dengan laverage tinggi (tingkat hutang) berdampak pada peningkatan risiko. 
  • Likuiditas & Profitabilitas : perusahaan yang memiliki prospek bagus dapat memberikan potensi keuntungan lebih besar. Kondisi tersebut menjadikan potensi risiko menjadi lebih kecil. 
  • Beta (ꞵ) Akuntansi : berkorelasi negatif dengan beta (ꞵ) pasar. Beta (ꞵ) Akuntansi dihitung dari koefisien regresi dengan  variabel dependen perubahan laba akuntansi dan variabel independen perubahan indeks laba pasar. 

 

BACA JUGA : 

Risiko Investasi Saham