Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)


Aksi Korporasi (Corporate Action) adalah kegiatan-kegiatan perseroan yang bobotnya cukup material (disadari dan direncanakan oleh manajemen emiten), sehingga ada kemungkinan berpengaruh terhadap harga saham perseroan tersebut di Bursa Efek ataupun keputusan Investor terhadap saham perseroan tersebut. Beberapa Aksi Korporasi yang paling umum dilakukan adalah pembagian Dividen (Tunai dan Saham), Pemecahan Nilai Nominal Saham (Stock Split), Penggabungan Nilai Nominal Saham (Stock Reverse) dan Penerbitan Saham Baru (Rights Issue).

 

Semua aksi korporasi yang akan dilakukan perseroan harus memperoleh persertujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) terlebih dahulu. Menurut Undang-Undang Perseroan Terbatas (UUPT) No. 40 Tahun 2007, RUPS adalah Organ Perseroan yang mempunyai wewenang yang tidak diberikan kepada Dewan Direksi atau Dewan Komisaris dalam batas yang ditentukan dalam UUPT atau Anggaran Dasar Perseroan.

 

RUPS dalam bentuk nyata merupakan sebuah forum yang dihadiri oleh Pemegang Saham, Dewan Direksi dan Dewan Komisaris. Dalam forum ini, Dewan Direksi dan Dewan Komisaris memiliki kewajiban untuk memberikan keterangan-keterangan yang berkaitan dengan Perseroan kepada Pemegang Saham.

 

Berdasarkan keterangan-keterangan tersebut, RUPS akan menentukan kebijakan dan langkah strategis Perseroan, salah satunya Aksi Korporasi. Mengingat pentingnya pelaksanaan RUPS tersebut, selanjutnya Profits Buletin akan mengulas secara singkat jenis-jenis RUPS, keterangan-keterangan yang disampaikan dalam RUPS dan cara menghadiri RUPS. 

 

 

RUPS Tahunan dan RUPS Luar Biasa

 

Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) terdiri dari Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). 

 

RUPST merupakan RUPS yang wajib diselenggarakan paling lambat 6 (enam) bulan setelah tahun buku berakhir. Misalkan tahun buku 2014 berakhir pada tanggal 31 Desember 2014, maka RUPST harus diselenggarakan paling lambat pada tanggal 30 Juni 2015. Hal utama yang disampaikan dalam RUPST adalah Laporan Keuangan Tahunan Perseroan, termasuk besarnya dividen yang akan dibagikan Perseroan berdasarkan Laporan Keuangan tersebut.

 

Sementara RUPSLB merupakan RUPS yang dapat diselenggarakan setiap waktu berdasarkan kebutuhan Perseroan. Pada umumnya RUPSLB dilaksanakan untuk memutuskan rencana-rencana Aksi Korporasi yang tidak dibahas dalam RUPST. 

 

Menghadiri RUPST dan RUPSLB

 

Setiap pemegang saham Perseroan berhak menghadiri RUPS yang diselenggarakan oleh Perseroan penerbit saham tersebut. Setiap satu lembar saham bernilai satu hak suara dalam RUPS.

 

Untuk dapat menghadiri RUPS, Pemegang Saham perlu mengikuti langkah-langkah berikut :

 

Memperoleh Jadwal RUPS
Jadwal RUPS, baik RUPST maupun RUPSLB akan disampaikan oleh Anggota Bursa kepada nasabah-nasabahnya secara rutin. Selain dari Anggota Bursa, informasi mengenai Pelaksanaan RUPS dapat diperoleh melaui website Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) di ksei.co.id pada menu Publikasi—Pengumuman Corporate Action.

 

Mengajukan permintaan mengikuti RUPS kepada Anggota Bursa
Setelah mengetahui jadwal RUPS, Pemegang Saham dapat menyampaikan keinginannya mengikuti RUPS kepada Anggota Bursa.

 

Menerima “Konfirmasi Tertulis untuk Rapat Umum Pemengang Saham”
Selanjutnya Pemegang Saham akan menerima “Konfirmasi Tertulis untuk Rapat Umum Pemegang Saham”.

 

Menghadiri RUPS
Setelah memperoleh Konfirmasi tersebut, Pemegang Saham dapat menghadiri RUPS dengan membawa KTP atau tanda pengenal lainnya dan “Konfirmasi Terlulis untuk Rapat Umum Pemegang Saham”.